BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Sejarah pemikiran ekonomi Kaum Klasik sangat
penting untuk dipelajari guna menambah pengetahuan mengenai sejarahnya
perekonomian yang sampai saat ini kita temui dalam kehidupan sehari-hari
melalui konsep dari kaum klasik yang menekankan dengan kuat bahwa politik dan
keputusan-keputusan jabatan publik adalah faktor-faktor yang tidak dapat di
tolak yang terjadi dalam masyarakat.Dalam pendekatan Klasik istilah Ekonomi Politik
merujuk pada sebuah sistem pemenuhan kebutuhan pribadi yang indipenden.
Sistem
pemenuhan kebutuhan ini yaitu masyarakat sipil, ekonomi pasar, masyarakat
borjouis, kapitalisme dan banyak lagi.Pemikiran kaum Klasik telah membawa
perubahan besar dalam bidang ekonomi. Salah satu hasil pemikiran kaum
Klasik telah mempelopori pemikiran sistem perekonomian Liberal. Dalam pemikiran
kaum Klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabila
perekonomian diserahkan kepada Pasar. Peran Pemerintah terbatas
kepada masalah penegakan hukum,menjaga keamanan, dan pembangunan infrastruktur.
Pemikiran
kaum Klasik ini telah menginspirasi “ Washingthon Consensus”. Berdasarkan
Washington Consensus peran pemerintah di dalam pembangunan lebih di titik
beratkan kepada penerbitan APBN, dan pemanfaatan/penggunaan kekuatan pasar.
Menurut Washington Consensus (terdiri dari 10 paket kebijakan ekonomi makro),
peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi dan berorientasi kepada
pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.Campur tangan Pemerintah
yang berlebihan dalam perencanaan pembangunan di khawatirkan menimbulkan “
Goverment Failure”, seperti birokrasi yang berlebihan, KKN, dan lain
sebagainya. Membatasi APBN dapat mengurangi defisit, karena akan menimbulkan
ketidakstabilan dalam ekonomi. Pemanfaatan kekuatan pasar yaitu mengembangkan
pasar yang efisien, bebas dari monopoli, oligopoli, dan eksternal
disekonomis.Oleh karena itu kebijakan Pemerintah “market friendly”. Pemikiran
Perekonomian Liberal didasarkan pada pemikiran bahwa pasar sendirilah yang
lebih tahu kebutuhannya sehingga pemerintah tidak perlu campur tangan di pasar.
1.2.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana biografi tokoh kaum klasik?
2.
Bagaimana konsep pemikiran kaum klasik?
1.3. TUJUAN
1. Mengetahui biografi
tokoh kaum klasik
2. Mengetahui
konsep
pemikiran kaum klasik
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Biografi Tokoh
Kaum Klasik
2.1.1. John Adam Smith (1723-1790)
John Adam Smith lahir di Kirkcaldy,
Skotlandia, 5 Juni 1723 dan wafat di Edinburgh Skotlandia, 17 Juli 1790 dalam
umur 67 tahun adalah seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia yang
menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku
An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of
Nations (disingkat The Wealth of Nations) adalah buku pertama yang menggambarkan sejarahperkembangan
industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan
perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu
pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di
Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana. Pada umur 13
tahun, Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral
dibawah"si orang yang tidak boleh dilupakan" (sebagaimana Smith
memanggilnya) Francis Hutcheson. Di sini, Smith
mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan kebebasan
berpendapat. Tahun 1740 dia dianugrahi Snell exhibition dan memasuki Kampus
Balliol, Oxford, tetapi seperti William Robert Scott katakan, "Universitas
Oxford dalam masanya memberikan sedikit jika bantuan manapun yang diberikan apa
yang harusnya merupakan kerja seumur hidupnya," dan dia meninggalkan
universitas itu tahun 1746. Dalam Buku ke V dari The Wealth of Nations, Smith
berkomentar pada instruksi kualitas rendah dan aktivitas intelektual yang berjumlah
sedikit dibandingkan dengan di Skotlandia. komentarnya ditujukan pada
orang-orang yang dianugerahi kekayaan dari kampus-kampus Oxford dan Cambridge,
dimana membuat pemasukan dari para profesor tidak berdasarkan pada kemampuan
mereka untuk menarik murid, dan pada fakta bahwa orang-orang yang menyaru
sebagai men of letters bisa menikmati kehidupan lebih nyaman dari mentri di
Church of England.
2.1.2.
Jean Baptiste Say (1767-1832),
Maestro Ekonomi yang satu ini,
merupakan tokoh yang teramat penting dalam skrip drama sejarah pemikiran
ekonomi Perancis bahkan dunia. JB-Say lahir di kota Lyon, Perancis pada
5 Januari 1767, dia adalah anak sulung dari tiga bersaudara.Ia
dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga saudagar yang ber latar agama protestan
yang taat. Jean-Baptiste Say kecil memang sudah menampakan sisi-sisi
kecerdasannya, dengan melihat potensi yang dimiki oleh Say, maka ayahnya
(Jean-Etienne Etienne Say) berusaha memberikan arahan agar ia memiliki latar
belakang pendidikan yang kuat. Maka pada usia 9 tahun Jean-Etienne Etienne Say
mendaftarkan putranya Say pada sebuah sekolah asrama, yang dikelola oleh
dua imigran italia yaitu Giro dan Gorati, upaya ayahnya tersebut bertujuan
agar, ia memiliki dedikasi dalam pendidikan dan keilmuan, sebagai upaya
untuk mengimbangi studi tentang pemahaman agama yang terkenal kolot pada masa
itu. Ruang pendidikan formal itulah yang membuat Say menemukan sebuah
kedalaman pemahaman dan ketertarikannya terhadap science. Namun
karena kesulitan ekonomi, maka dengan sangat terpaksa dia harus keluar dari
pendidikan formalnya.
Terpaan kesulitan ekonomi tidak
membuat Say memiliki krisis haparan untuk meretas se-utas rajutan mimpi yang
kelak akan ia garap di kemudian hari. Ini dibuktikan ketika ayahnya kemudian
mengirim Say dengan saudaranya Horace ke Inggris pada tahun 1785 untuk
mempelajari bahasa Inggris dan untuk mempelajari studi dibidang industri
komersial, terutama yang berhubungan dengan fashionyang sedang di
gandrungi oleh kaula muda kala itu.
Alur cerita yang terbentuk di Inggris
ternyata banyak memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pemikiran Say,
hal tersebut patut di-amini karena pada waktu itu Inggris sedang berada dalam
sebuah transformasi peradaban besar, yaitu revolusi industri yang memberikan
celah yang sangat lebar dalam kontestasitekno-science dan indutri. Selain itu
juga di Inggris Say mulai mengenal karya Adam Smith (The Wealth of
Nations) yang kelak akan banyak memberikaninfluence yang
sangat berarti dalam pemikiran Say.
Selama di Inggris juga Say selalu bermasalah dengan
kondisi krisis keuangan yang
terus-menerus mendera, hal tersebut dikarenakan Say tidak memiliki pekerjaan
yang tetap selama di Inggris, sehingga kondisi tersebut kemudian memaksa
dia kembali ke Paris untuk menemani keluarganya. Berangkat dari titik inilah,
dia mengawali karirnya sebagai karyawan di perusahaan asuransi pada tahun
1787.
J-B Say merupakan salah satu ekonom yang hidup di masa-masa sulit.
Pada usia 15 tahun pada puncak revolusi perancis Say sudah nampak sebagai
seorang pemikir yang kritis, karena pada usia tersebut sosok Jean-Baptiste Say
telah dipengaruhi oleh Autobiography Benjamin Franklin,
ketertarikannya pada Franklin cukup beralasan, karena dalam tulisan-tulisannya
dia selalu menekankan pada model prinsip Warga Negara yang selalu mengutamakan
penghematan, pendidikan serta aspek moralitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagian karirnya dia habiskan pada sektor privat dan publik, diantaranya
adalah di dunia perbankan, asuransi, bekerja di media massa, serta dalam sektor
manufaktur.
2.1.3.
David Ricardo
(1722-1823)
David Ricardo lahir pada
19 April 1772 di London. Ia adalah putra ketiga dari seorang Yahudi Belanda
yang telah membuat uang di London Stock Exchange. Ketika ia berusia 14, Ricardo bergabung dengan ayah
bisnisnya dan menunjukkan baik pegang urusan ekonomi. Pada 1793 ia menikah
dengan seorang Quaker disebut Priscilla Anne
Wilkinson; Ricardo kemudian dikonversi menjadi Kristen, menjadi Unitarian . Hal ini menyebabkan sengketa dengan ayahnya dan berarti bahwa Ricardo harus
mendirikan usaha sendiri. Dia melanjutkan sebagai anggota bursa efek, di mana
kemampuannya memenangkan dukungan dari rumah perbankan terkemuka. Dia baik
sehingga pada beberapa tahun ia memperoleh keberuntungan. Ini memungkinkan dia
untuk mengejar kepentingan dalam sastra dan ilmu pengetahuan, khususnya di
bidang matematika, kimia, dan geologi.
Pada tahun 1799 ia membaca
Adam Smith 's
Wealth of Nations dan selama sepuluh tahun berikutnya ia belajar ekonomi.
Pamflet pertamanya diterbitkan pada tahun 1810: berjudul Harga Tinggi Bullion,
sebuah Bukti dari Penyusutan Bank Notes, itu adalah perpanjangan dari
surat-surat yang telah diterbitkan di Ricardo Morning Chronicle pada tahun
1809. Di dalamnya, ia berpendapat mendukung mata uang logam, memberikan
stimulus segar ke kontroversi tentang kebijakan Bank of England. Perang
Perancis (1792-1815) yang disebabkan pemerintahan Pitt untuk menunda pembayaran
tunai oleh Bank of England pada 1797 . Akibatnya, telah terjadi peningkatan
jumlah mata uang kertas mereka dan volume kredit. This created a climate of
inflation. Hal ini menciptakan iklim inflasi. Ricardo mengatakan bahwa inflasi
terpengaruh kurs mata uang asing dan aliran emas. TheBullion
Komite ditunjuk oleh House of Commons di tahun 1819: ia
dikonfirmasi's dilihat Ricardo dan merekomendasikan pencabutan Bank Restriction
Act.
Pada tahun 1814, pada usia 42,
Ricardo pensiun dari bisnis dan mengambil tinggal di Gatcombe Park di
Gloucestershire, tempat ia pemilikan tanah yang ekstensif. Pada tahun 1819 ia
menjadi anggota parlemen untuk Portarlington. Dia tidak berbicara sering tetapi
perdagangan bebas-nya dilihat diterima dengan hormat, meskipun mereka menentang
pemikiran ekonomi hari. Parlemen terdiri dari pemilik tanah yang ingin
mempertahankan Undang-undang
Gandum untuk melindungi keuntungan mereka.
Ricardo berteman dengan sejumlah
orang terkenal, di antaranya adalah filsuf dan ekonom James Mill, filsuf
Utilitarian Jeremy
Bentham dan Thomas Malthus ,
terkenal karena pamflet nya, Prinsip Penduduk diterbitkan
pada tahun 1798. Ricardo accepted Malthus' ideas on population growth. Ricardo
menerima gagasan Malthus tentang pertumbuhan penduduk. Pada tahun 1815 muncul
kontroversi lain atas Undang-undang Gandum, ketika pemerintah mengeluarkan
undang-undang baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan tugas pada gandum impor.
Pada tahun 1815 Ricardo menanggapi Undang-undang Gandum dengan menerbitkan Esai
tentang Pengaruh rendah dari Harga Jagung di Bursa Laba, di mana ia berpendapat
bahwa meningkatkan tugas pada gandum impor memiliki efek meningkatkan harga
jagung dan karenanya meningkatkan pendapatan tuan tanah dan bangsawan dengan mengorbankan
kelas pekerja dan kelas industri meningkat. Dia mengatakan bahwa penghapusan Undang-undang
Gandum akan membantu untuk mendistribusikan pendapatan nasional terhadap
kelompok yang lebih produktif dalam masyarakat.
Pada 1817, Ricardo diterbitkan
Prinsip Politik Ekonomi dan Perpajakan di mana ia menganalisis distribusi uang
antara tuan tanah, pekerja, dan pemilik modal. Dia menemukan nilai-nilai
relatif komoditi dalam negeri didominasi oleh jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan dalam produksi mereka, disewa dieliminasi dari biaya produksi. Dia menyimpulkan
bahwa keuntungan bervariasi berbanding terbalik dengan upah, yang bergerak
dengan biaya kebutuhan, dan sewa yang cenderung meningkat sebagai penduduk
tumbuh, yang meningkat karena kenaikan biaya budidaya. Dia khawatir tentang
pertumbuhan populasi terlalu cepat, dalam kasus ini tertekan upah ke tingkat
subsistensi, mengurangi keuntungan dan diperiksa pembentukan modal.
Karena penyakit, Ricardo dipaksa untuk pensiun dari Parlemen pada tahun
1823 dan ia meninggal pada tanggal 11 September pada Gatcombe Park (yang kini
rumah Royal Princess dan keluarga nya).
2.1.4.
Thomas
Robert Malthus (1766-1834),
Thomas Robert Malthus lahir di Surrey, Inggris, 13
Februari 1766 – meninggal di Haileybury, Hertford, Inggris, 23 Desember 1834
pada umur 68 tahun, yang biasanya dikenal sebagai Thomas Malthus, meskipun ia
lebih suka dipanggil "Robert Malthus", adalah seorang pakar demografi
Inggris dan ekonom politk yang paling terkenal karena pandangannya yang
pesimistik namun sangat berpengaruh tentang pertambahan penduduk. Malthus
dilahirkan tahun 1766 dekat Dorking di Surrey Inggris dalam sebuah keluarga
yang kaya. Ayahnya, Daniel, adalah sahabat pribadi filsuf dan skeptik David
Hume dan kenalan dari Jean-Jacques Rousseau. Malthus muda dididik di rumah
hingga ia diterima di Jesus College, Cambridge pada 1784. Dia bersekolah di
Jesus College di Universitas Cambridge selaku mahasiswa yang cemerlang. Di sana
ia belajar banyak pokok pelajaran dan memperoleh penghargaan dalam deklamasi
Inggris, bahasa Latin dan Yunani. Mata pelajaran utamanya adalah matematika.
Dia tamat tahun 1788 dan ditugaskan sebagai pendeta Anglikan pada tahun itu
juga. Dan di tahun 1791 dia peroleh gelar
"master" dan tahun 1793 dia menjadi kerabat Jesus College. Ia
memperoleh gelar magister pada 1791 dan terpilih menjadi fellow dari Jesus
College dua tahun kemudian. Pada 1797, ia ditahbiskan dan menjadi pendeta
Anglikan di desa. Mulanya dia tak lebih dari seorang pendeta yang samasekali
tak dikenal. Tetapi tahun 1798 pendeta Inggris yang namanya Thomas Robert
Malthus itu terbitkan sebuah buku walau tipis namun berpengaruh sangat. Judulnya An
Essay on the Principle of Population as it Affects the Future Improvement of
Society. Versi pertama dari hasil karyanya yang asli diterbitkan tanpa nama,
tetapi buku itu terbaca luas dan segera membikin Malthus tenar. Versi yang lebih panjang dari esainya diterbitkan lima tahun kemudian,
tahun 1803. Buku itu berulang kali diperbaiki dan diperpanjang dan terbitan
ke-6 muncul tahun 1826. Malthus menikah tahun 1804 pada umur tiga puluh delapan
tahun. Malthus dan istrinya mempunyai tiga orang anak. Pada 1805 ia
menjadi profesor Britania pertama dalam bidang ekonomi politik di East India
Company College di Haileybury di Hertfordshire. Dia ditunjuk jadi mahaguru
sejarah dan politik ekonomi di East India Company's College di Haileybury. Dia
jabat kursi itu selama sisa hidupnya. Malthus menulis pelbagai buku lain
perihal ekonomi, dan yang paling penting diantaranya adalah The Principle of
Economy (1820). Buku ini mempengaruhi banyak ekonom, khusus tokoh abad ke-20 :
John Maynard Keynes. Siswa-siswanya menyapanya dengan sebutan kesayangan
"Pop" (yang dapat berarti "papa") "Populasi"
Malthus. Pada 1818, ia terpilih menjadi Fellow dari Perhimpunan Kerajaan.
Malthus menolak dibuat fotonya hingga tahun 1833 karena ia merasa malu karena
sumbing. Masalah ini kemudian diperbaiki lewat operasi dan Malthus dianggap
sangat tampan. Sumbingnya juga meluas hingga ke dalam mulutnya yang memengaruhi
bicaranya. Cacat ini adalah bawaan sejak lahir yang cukup lazim di lingkungan
keluarganya.
2.1.5.
John Stuart
Mill (1806-1873)
John Stuart Mill dilahirkan pada Rodney Street di
Pentonville daerah London , anak sulung dari Skotlandia filsuf, sejarawan dan
imperialis James Mill dan Harriet Burrow. John Stuart dididik oleh ayahnya,
dengan saran dan bantuan dari Jeremy Bentham dan Francis Place . Dia diberikan
pendidikan yang sangat ketat, dan sengaja terlindung dari asosiasi dengan
anak-anak seusianya selain saudaranya. John Stuart Mill adalah seorang filsuf
empiris dari Inggris. Ia juga dikenal sebagai reformator dari utilitarianisme
sosial. Ayahnya, James Mill, adalah seorang sejarawan dan akademisi. Ia mempelajari psikologi, yang merupakan inti filsafat Mill, dari ayahnya.
Sejak kecil, ia mempelajari bahasa Yunani dan bahasa Latin. Pada usia 20 tahun,
ia pergi ke Perancis untuk mempelajari bahasa, kimia, dan matematika. Mill
lahir pada tahun 1806 dan meninggal dunia pada tahun 1973. Menurut Mill,
psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan dasar yang menjadi asas bagi filsafat.
Di sini, pandangannya berbeda dengan Comte. Tugas psikologi adalah menyelidiki
apa yang disajikan oleh kesadaran, artinya sistem indrawi manusia dan
hubungan-hubungannya. Mill berpendapat bahwa satu-satunya
sumber bagi segala pengenalan adalah pengalaman. Oleh karena itu, induksi
menjadi jalan kepada pengenalan. Di dalam etika, Mill melihat hubungan
timbal-balik antara manusia secara pribadi dengan masyarakat atas dasar prinsip
utilitarianisme. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan oleh manusia
bertujuan membawa kepuasan bagi dirinya sendiri secara psikologis, bukan orang
lain atau nilai-nilai. Di usia tiga tahun, John belajar bahasa Yunani dan
kemudaian bahasa Latin di usia enam tahun. Pada saat bersamaan ia mulai mendapatkan pelajaran intensif dalam
matematika dan logika. Pada tahun 1823, John menjadi juru tulis di East India
Company dan jabatannya meningkat pada posisi terkemuka dalam perusahaan
tersebut. Pada tahun 1831 ia diperkenalkan pada Harriet Taylor, istri seorang
saudagar makmur. Kisah cinta platonik mill dengan Harriet menjadi legenda.
Mereka melakukan percakapan intensif dan Mill memuji Harriet karena telah
banyak memberikan inspirasi terhadap karya-karya pemikiran dan tulisannya.
Suami Harriet meninggal pada tahun 1849 dan tiga tahun kemudian Harreit dan
John pun menikah. Harriet meninggal pada tahun 1858, setelah kematian istrinya,
John mulai menulis tentang karya-karyanya dan beberapa waktu berdinas di
parlemen antara tahun 1865-1868. Ia meninggal di Avignon pada tahun 1973 di
karenakan sakit. Karya-karyanya yang terkenal adalah On liberlty, diterbitkan
pada tahun 1859. Karyanya ini adalah sebuah ajakan penuh emosi bagi toleransi
sosial terhadap perbedaan-perbedaan individual dan ekspresi kebebasan. The
Subjection Of Women, diseleseikan pada tahun 1861, tiga tahun setelah kematian
Harriet, Mill menggambarkan kesulitan kaum wanita di dalam sebuah tatanan
sosial pada tulisan karyanya ini. Utilitarianism, diseleseikan pada
tahun 1863, Principles of Political Economy pada tahun 1848 dan Considerations
on Representative Government pada 1861.
2.1.6.
Nassau
William Senior (1790-1864),
Nassau William Senior lahir di Compton, Berkshire, pada 26 September 1790 putra sulung Pdt JR Senior, vikaris
Durnford, Wiltshire. Senior dididik di Eton dan Magdalen College, Oxford, di
universitas, ia adalah seorang murid pribadi Richard Whately, setelah Uskup
Agung Dublin, dengan siapa ia tetap terhubung oleh ikatan persahabatan seumur
hidup. Dia mengambil tingkat B.A. pada tahun 1811, dipanggil ke bar di tahun
1819, dan pada tahun 1836, selama chancellorship Tuhan Cottenham, diangkat
master di kearsipan. Atas dasar jabatan guru ekonomi politik di Oxford pada
1825 Senior terpilih untuk mengisi kursi yang diduduki ia sampai 1830, dan
sekali lagi 1847-1852. Pada tahun 1830 ia diminta oleh Lord Melbourne untuk
menyelidiki keadaan kombinasi dan pemogokan, untuk melaporkan keadaan hukum dan
untuk menyarankan perbaikan di dalamnya.Senior adalah anggota Komisi
Penyelidikan Hukum Buruk dari 1832, dan dari handloom penenun Komisi 1837.
Laporan yang terakhir, yang diterbitkan pada tahun 1841, disusun oleh dia, dan
dia terkandung di dalamnya substansi laporan ia telah menyiapkan beberapa tahun
sebelum pada kombinasi dan pemogokan. Ia menjadi teman baik Alexis de
Tocqueville (1805-1859), yang ia bertemu pada 1833 untuk pertama kalinya
sebelum penerbitan Democracy in America. Senior adalah pada musim semi 1849
penasehat hukum dan konselor pernikahan Jenny Lind (1820-1887), Nightingale
Swedia, yang kemudian dilakukan di London. Ia menemani dia dan Mrs George Grote
ke Paris (tengah perselisihan sipil dan epidemi kolera), di mana pernikahan
gagal dilaksanakan. Senior adalah "tidak langsung bertanggung jawab atas
kontrak yang Jenny Lind merendahkan untuk mendaftar pada tahun 1850 dengan
promotor PT Barnum Amerika". Senior adalah salah satu komisaris diangkat
pada tahun 1864 untuk menyelidiki pendidikan populer di Inggris. Dalam
tahun-tahun terakhir hidupnya, selama kunjungannya ke negara-negara asing, ia
belajar dengan banyak perawatan fenomena politik dan sosial yang mereka
dipamerkan. Beberapa volume jurnal nya telah diterbitkan, yang berisi materi
banyak menarik tentang topik ini, meskipun penulis mungkin dinilai terlalu
tinggi nilai semacam ini studi sosial. Senior itu selama bertahun-tahun seorang
kontributor sering ke Quarterly Edinburgh, London dan British North, berurusan
di halaman mereka dengan sastra serta dengan mata pelajaran ekonomi dan
politik. Ia meninggal di Kensington pada
tanggal 4 Juni 1864.
2.1.7.
Friedrich Wilhelm von Benedict Hermann (1795-1868)
Seorang ekonom Jerman dan statistik. Friedrich von
Hermann lahir pada tanggal 5 Desember 1795, di Dinkelsbühl di Bavaria. Setelah
menyelesaikan pendidikan dasar nya dia untuk beberapa waktu bekerja di kantor
juru itu. Dia kemudian melanjutkan studinya, sebagian di gimnasium di kota
kelahirannya, sebagian di Universitas Erlangen dan Würzburg. Pada 1817 ia mulai
bekerja untuk sebuah sekolah swasta di Nuremberg, di mana ia tinggal selama
empat tahun. Setelah mengisi janji sebagai guru matematika di gymnasium of
Erlangen, ia menjadi Privatdozent pada tahun 1823 di universitas di kota itu.
Disertasi pelantikannya pada pengertian tentang ekonomi politik antara Roma
(Dissertatio exhibens sententias Romanorum ad oeconomiam politicam pertinentes,
Erlangen, 1823). Ia kemudian bertindak sebagai guru besar matematika di
gimnasium dan sekolah politeknik di Nuremberg, di mana ia melanjutkan sampai
1827. Selama tinggal di sana ia menerbitkan sebuah risalah dasar pada
aritmatika dan aljabar (Lehrbuch der arith u.. Algeb., 1826), dan membuat
perjalanan ke Perancis untuk memeriksa pengaturan dan pelaksanaan sekolah
teknik di negara itu. Hasil penyelidikan itu diterbitkan pada tahun 1826 dan
1828 (Über Technische Unterrichts-Anstalten).segera setelah ia kembali dari
Perancis, ia membuat extraordinarius profesor ilmu politik dari Universitas
Munich, dan pada 1833 ia maju ke pangkat profesor biasa. Pada tahun 1832 muncul
edisi pertama karya besarnya pada ekonomi politik, Staatswirthschaftliche
Untersuchungen. Pada tahun 1835 ia diangkat menjadi anggota dari Royal
Bavarian Academy of Sciences. Dari tahun 1836 ia bertindak sebagai inspektur
instruksi teknis di Bavaria, dan membuat perjalanan sering ke Berlin dan Paris
untuk mempelajari metode ada dikejar. Dalam pelayanan negara bagian Bavaria,
yang ia mengabdikan dirinya, ia bangkit dengan cepat. Pada 1837 ia ditempatkan
di dewan untuk pengawasan gereja dan pekerjaan sekolah, pada tahun 1839 ia
dipercayakan dengan arah biro statistik, pada tahun 1845 dia adalah salah satu
anggota dewan untuk interior.Pada tahun 1848 ia duduk sebagai anggota untuk
Munich di majelis nasional di Frankfort. Dalam Hermann perakitan, dengan Johann
Heckscher dan lain-lain, terutama dalam menyelenggarakan apa yang disebut
"Besar Jerman" partai, dan terpilih sebagai salah satu wakil dari
pandangan mereka di Wina. Hangat mendukung kesatuan pabean (Zollverein), ia
bertindak pada 1851 sebagai salah satu komisaris tersebut pada pameran industri
besar di London, dan menerbitkan sebuah laporan yang rumit pada barang wol.
Tiga tahun kemudian ia menjadi presiden komite hakim di pameran serupa di
Munich, dan laporan proses yang disusun oleh dia. Pada tahun 1855 ia menjadi
anggota dewan negara, penghargaan tertinggi dalam pelayanan. Dari 1835-1847 ia menulis serangkaian panjang ulasan, terutama karya pada
mata pelajaran ekonomi, ke Münchener gelehrte Anzeigen dan juga menulis untuk
Rau itu Archiv der politischen Okonomie dan Augsburger Allgemeine Zeitung.
Sebagai kepala biro statistik ia menerbitkan serangkaian laporan tahunan yang
berharga (Beiträge zur Statistik des Königreichs Bayern, Hefte 1-17,
1850-1867). Dalam tahun kemudian, karya ini dianggap membedakan dirinya sebagai
pelopor dalam bidang statistik . Ia terlibat pada saat kematiannya, pada 23
November 1868, pada edisi kedua Staatswirthschaftliche nya Untersuchungen, yang
diterbitkan pada tahun 1870. Pengetahuan langka teknologi Herman memberinya
keuntungan besar dalam berurusan dengan beberapa masalah ekonomi. Dia terakhir
ide-ide dasar utama ilmu pengetahuan dengan ketelitian besar dan ketajaman.
"Kekuatan-Nya," kata Roscher, "jelas terletak pada nya,
perbedaan yang tajam, lengkap antara beberapa elemen dari suatu konsepsi yang
kompleks, atau beberapa langkah dipahami dalam tindakan yang kompleks." Untuk daya
analitis yang tajam saudara Jermannya membandingkan dia dengan Ricardo. Tapi
dia menghindari beberapa satu sisi pandangan ekonom Inggris. Dengan demikian ia
menempatkan semangat publik samping egoisme sebagai motor ekonomi, menganggap
harga tidak diukur oleh tenaga kerja saja, tetapi sebagai produk dari beberapa
faktor, dan biasa merenungkan konsumsi buruh, bukan sebagai bagian dari biaya
produksi untuk kapitalis, tetapi sebagai ujung praktis utama ekonomi.
2.1.8.
Johann
Heinrich von Thünen (1780-1850),
Johann Heinrich von Thünen lahir 24
Juni 1783 di Jever, Oldenburg,Jerman meninggal pada 22 September 1850, di Tellow, Mecklenburg, petani Jerman terkenal
karena karyanya pada hubungan
antara biaya transportasi komoditas dan-lokasi produksi.Tahun-1810-Thünen-mulai mengumpulkan-data untuk-buku-yang-ia-ingat
Der isolierte-Staat- (1826; "Negara Terisolasi"). Di
dalamnya ia membayangkan sebuah kota yang
terisolasi, diatur di tengah dari tingkat dan
polos seragam subur tanpa jalur air bernavigasi dan
dibatasi oleh gurun. Dia
menggunakan model ini untuk menunjukkan metodememaksimalkan produksi pertanian di
zona konsentris. Produk berat dan tahan lama akan
diproduksi dekat dengan kota, sedangkan barang tahan
lama lebih ringan dan lebih bisadiproduksi di
pinggiran. Karena itu akan biaya lebih untuk mengangkut
barang ke daerah yang jauh dari pusat kota, kembali
ke tanah daerah-daerah terpencil akan berkurangsampai, pada
jarak tertentu, sewa tanah akan menjadi-nol. Selain-itu,-metode budidayaakan-bervariasi-dengan-tanah-dibudidayakan secara
lebih intensif dekat kota, karena tanah lebih berharga dekat-kota akan menuntut tingkat
keuntungan yang tinggi. Penulis berikutnya sering dibangun-di-atas model yang Thünen dibuat.-Thünen juga-mungkin-adalah ekonom pertama yang menunjukkan-bahwa rancangan membuat-biaya militertenaga-kerja artifisial rendah-dan dengan-demikian mendorong-pemerintah untukmengorbankan kehidupan warga negaranya
sendiri.
2.2.
Konsep
Pemikiran Kaum Klasik
2.2.1. Konsep Adam Smith (Division of Labor)
Smith memulai analisisnya dengan division of labor
karena dia berharap menemukan dasar transformasi yang tepat dari bentuk konkret
pekerja, yang memproduksi barang yang tepat (berguna), kepada pekerja sebagai
elemen sosial, yang menjadi sumber kemakmuran dalam bentuk abstrak (nilai
pertukaran).
Divisions of labor dijadikan
dasar oleh Smith karena meningkatkan produktivitas pekerja. Setelah memberikan
pengetahuannya mengenai perhitungan qualitas dan konsekuensi, Smith memproses
penyelidikan terhadap penyebabnya. Karena
division of labor bergantung pada propensity to exchange, yang Smith hormati
sebagai salah satu motiv dasar dari human conduct. Ada sesuatu kebingungan dalam satu point Smith mengenai hal ini yaitu
tentang sebab dan akibat. Mungkin suatu yang benar jika perdagangan tidak dapat
exist tanpa divisions of labor, ini tidak benar, paling tidak dalam teori,
divisions of labor memerlukan existensi dari private exchange.
Secara logis didemonstrasikan
ketika pada suatu organisasi sosial tertentu yang menerapkan divisions of labor
tanpa perdagangan. Dalam komunitas ini dapat ditunjukkan keberadaannya. Smith
bersalah karena membuat karakteristik masyarakat pada zamannya untuk segala
zaaman, dia dihormati sebagai manusia biasa dan dibuat kedalam penjelasan dasar
yang universal, fitur dari sosial kontemporer yang dikondisikan scara historis.
Tapi tujuan Smith menjadi
propaganda. Dia menekankan pengaruh dasar padaproduktivitas untuk
mendemonstrasikan bahwa perdagangan dibebaskan sebagai prasyarat pengembangan
kekuatan produktif dan tidak hanya berguna penuh untuk mengadakan kekuatan
produksi.
Smith memproses untuk menanalisis
bagaimana tingkat divisions of labor ditentukan dan disimpulkan bahwa divisions
of labor dibatasi dengan extent pasar.
Smith menjelaskan bahwa dengan
divisions of labor kuantitas dan kualitas produksi dapat dicapai dengan lebih
baik. Peningkatan kuantitas dan
kualitas produksi dapat dihasilkan karena tiga alasan, yaitu :
Ø Physiokrat mengenai peningkatan
kepuasan, sedang Smith lebih condong pada tingkat persaingan dan natural
liberty dalam pencapaian kepuasan.
Ø Smith juga memperkenalkan Theory of Value yang berisi tentang nilai yang digunakan dalam
pertukaran. Permasalahan yang timbul dari nilai tukar barang
adalah adalah value of use, value of exchange, measure of value.
Ø Smith juga menjelaskan mengenai
bimetal coin sebagai alat pertukaran, dan juga ada nominal price dan real price
dengan prnsip pekerja berkaitan dengan harga riil komoditas dan uang sebagai
harga nominal komoditas.Divisions of labor yang dikemukakan oleh Smith
memunculkan sifat individualisme dan menjadikan manusia seolah-olah menjadi
mesin yang terprogram terlepas dari adanya efisiensi waktu yang ditimbulkan.
·
Teori Upah
Bahwa harga
natural dihubungkan pada level output merupakan suatu pemikiran yang tidak
dipertimbangkan oleh Smith. Asumsi implisit bahwa yang
mendasari pendapatnya adalah semua koefisien biaya konstan dan tetap dari
produksi.
Dalam teorinya
tidak ada tempat untuk diminishing returns atau factor substitution.
Sesungguhnya harga natural secara fungsional dihubungkan hanya untuk faktor
pengembalian seperti yang ditunjukkan oleh Smith, natural price mengubah dengan
tingkat natural dari setiap komponennya yaitu upah, profit, dan sewa.
Upah natural
dari labor menurut Smith terdiri dari produk labor yang sebelum pemberian
tanah dan akumulasi capital semestinya dalam keseluruhan pekerjaannya. Dengan
kenaikkan kelas tuan tanah dan kapitalis pekerja dia harus membagi produknya
dengan tuan tanah dan majikan. Buruh dan majikan adalah bentuk kombinasi
kenaikkan atau penurunan upah.
Majikan
biasanya lebih berhasil dalam usahanya daripada buruh tapi kebutuhan buruh dan
keluarganya untuk bentuk penghidupan dasar di bawah upah tidak dapat jatuh
untuk waktu yang sangat panjang. Peningkatan demand untuk labor mungkin
meningkatkan upah serta substansi diatas tingkat penghidupan dipandang
oleh Smith sebagai “yang paling rendah yang konsisten dengan kemanusiaan
umumnya.” Kemudian, demand untuk labor dapat meningkat hanya dalam proporsi
peningkatan dari “ dana yang ditunjukkan untuk membayar upah.”
Jadi, munculnya
dana upah disusun dari surplus pendapatan dan surplus capital pada kelebihan
dari personal pemilik dan kebutuhan bisnis. Peningkatan pendapatan dan
peningkatan capital merupakan prasyarat dari peningkatan upah.
Suatu kemajuan
dalam posisi ekonomi dari hak pekerja untuk upah yang labih tinggi, Smith
mempertimbangkan suatu keuntungan bersih untuk masyarakat: “pelayan, buruh, dan
pekerja menciptakan berbagai jenis bagian yang besar dari setiap masyarakat
politik yang besar. Tetapi, kemajuan keadaan bagian terbesar apa yang tidak
pernah dianggap sebagai suatu gangguan untuk semuanya.
Tidak ada
masyarakat yang dapat dengan pasti maju dan bahagia yang bagian terbesar dari
anggota adalah orang miskin dan menyedihkan. Tetapi ini keadilan disamping
harus membagi produk labor milik mereka sebagai dirinya lumayan dimakan,
dipakai, dan ditempati dengan baik”
Upah yang
rendah merupakan suatu kondisi simpton yang tidak berubah di bawah wages-fund,
luas seperti itu mungkin, gagal untuk meningkatkan dan dengan demikian gagal
untuk mentimulasi suatu kenaikan demand untuk labor.
Tentang
hubungan antara upah dan pertumbuhan populasi, smith mengatakan bahwa
kemiskinan tidak akan menurunkan pernikahan dan tingkat kelahiran bahkan
stimulasi selanjutnya, tapi itu akan berakibat tidak menyenangkan pada tingkat
kelahiran bayi dan anak.
Suatu upah
tinggi merupakan efek peningkatan kesejahteraan dan menyebabkan peningkatan
populasi untuk mengkomplain hal ini, keluhan yang berlebihan pada kebutuhan
efek dan penyebab kesejahteraan publik yang terbesar.
Dalam
ajaran Smith upah tinggi dihubungkan pada peningkatan/kemajuan
produktifitas labor. Pemikiran kurva penawaran backward sloping dari labor
adalah tidak secara mutlak ditolak tapi dipertimbangkan dapat diterapkan hanya
pada orang minoritas.
Walaupun Smith
mengesahkan upah tinggi dia tidak senang harga tinggi tidak seperti Physiocrath,
dia menghubungkan harga rendah dari ketentuan dengan kelebihan dan kemakmuran,
harga tinggi dengan kelangkaan dan kesusahan.
Jika ketentuan
adalah murah dan banyak pekerja mungkin ingin memulai bisnis milik mereka dan
pekerja ingin menyewa lebih banyak labor dengan demand labor meningkat dan supply
turun, harga labor mungkin naik. Ketika ketentuan adalah mahal dan langka,
peristiwa-peristiwa mungkin terjadi bagian lawan.
Variasi harga
labor mungkin akan menutup variasi ketentuan harga. Kemudian sejak upah uang
ditetapkan keduanya oleh permintaan labor dan harga wage-goods (upah
barang), fluktuasi harga wage-goods tidak akan gagal untuk mendesak akibat pada
upah uang. Ini akan mempunyai efek mengurangi fluktuasi upah uang yang lebih
kaku daripada harga ketentuan.
Seperti yang
telah diketahui ketika harga ketentuan tinggi permintaan labor
cenderung turun sebagaimana upah jika tendensi upah ini tidak ditandai oleh
harga tinggi dari wage-goods. Dan ketika harga makanan rendah efek peningkatan
demand untuk labor pada upah ditandai lagi oleh harga rendah wage-goods yang
berlaku.
Fluktuasi harga
ketentuan kemudian mempunyai dua efek pada upah yang satu menandai yang lain.
Mereka mempengaruhi demand labor dan kemudian upah pada satu arah, tapi efek
pada upah menurunkan kerugian, seluruh atau dalam bagian oleh efek
countervailing dari fluktuasi yang sama yaitu dari harga wage-goods menarik
upah pada arah yang berlawanan.
·
Teori Sewa
Dalam teori
sewanya, Smith bimbang antara jumlah prinsip eksplanatori pada yang di bawah
pembayaran sewa. Ini baginya, “secara alami suatu harga monopoli,” suatu
penunjukkan yang dijelaskan oleh observasi bahwa “ini tidak semua proporsion
pada apa yang tuan tanah mungkin meletakkan dalam peningkatan tanah atau apa
yang dapay dia hasilkan, tapi apa yang dapat petani hasilkan untuk diberikan.”
Ketika smith
membicarakan harga komoditas dia memasukan sewa tanah sebagai elemen biaya dan
kemudian sebagai determinan harga produk, tapi dalam bagian khusus
disediakan untuk sewa dia mempertimbangkan suatu sewa tinggi atau rendah efek
dari harga produk yang tinggi atau rendah.
Smith tidak
mengubah bagian ini dalam kritik Hume, dia tidak menemukan
ketidakkonsistenannya. Ini mungkin bahwa dalam teori harga microekonominya dia
mempertimbangkan kegunaan khusus dari bidang tanah sebagai biaya pengadaan
dalam istilah oportunitas alternative, sedangkan dalam teori makroekonomi dari
disribusi tanah sebagai suatu keseluruhan yang dipandang sebagai perolehan
bukan kegunaan alternative.
Sewa
diinterpretasikan sebagai suatu perbedaan yang bermacam-macam dengan kedua
fertilitas dan lokasi. Untuk lokasi kemajuan tranportasi akan cenderung
menyamakan perbedaan lokasi sebaik sewa. Dalam teori perkembangan ekonomi
smith, peningkatan pendapat nasional dengn peningktan pemerataan pendapatan
penyewaan kelas tuan tanah.
Peningkatan
pendapatan nasional akan diingat, diprediksi oleh smith dalam dividion of labor
dimana manufaktur lebih rentan daripada agrikultur. Peningkatan spesialisasi
dan produktivitas dalam sector manufaktur ekonomi akan lebih rendah harga
manufaktur dan peningkatan nilai riil dari sewa.
Peningkatan
pemerataan kelas tuan tanah dalam pendapatan nasional kemudian mencerminkan
kemajuan perdagangan dari sector agrikultur. Dalam teori Ricardian, factor
strategic yang menghasilan suatu hasil yang dihasilkan tidak banyak meningkatkn
produktivitas dalam manufaktur sebagai diminishing return untuk tanah yang
meningkatkan harga agrikultur dan dengan demikian memajukan perdagangan sector
agrikultur dari perekonomian dan peningkatan pemerataan ini dari peningkatan
nasional.
2.2.2.
Konsep JB. Says
Karyanya yang
terkenal adalah theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan
dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap
penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. Menurut Say dalam perekonomian
bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production)
yang sifatnya menyeluruh, begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi.
Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya
sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi).
2.2.3.
Konsep David Ricardo
David Ricardo
menyatakan bahwa perekonomian secara umum bergerak ke arah terhenti.
Analisisnya berakar dalam versi modifikasi dari teori nilai
kerja . Dia mengulurkan keyakinan bahwa tingkat keuntungan bagi
masyarakat secara keseluruhan bergantung pada jumlah tenaga kerja yang
diperlukan untuk mendukung para pekerja yang peternakan "paling tanah
tandus yang masih dapat mempertahankan pertanian" istirahat ini model
tanah ke dalam kategori berdasarkan kesuburan rata-rata tukar. Tanah yang
paling subur secara alami menghasilkan lebih banyak makanan dari tanah kualitas
rendah. Akibatnya perintah sewa yang lebih tinggi. Termiskin tanah pertanian
digunakan untuk menerima sewa tidak, dengan semua pendapatannya akan menutupi
biaya tenaga kerja dan modal. Perbedaan antara output dari tanah paling subur
yang masih dapat dibudidayakan dan memiliki kualitas yang lebih tinggi
merupakan sumber sewa tanah yang lebih baik. Sebagai penduduk tumbuh, tanah
miskin harus dibudidayakan untuk memenuhi meningkatnya permintaan. Biaya sewa
tanah yang baik lalu meningkat. Ini, ditambah dengan kenyataan bahwa lahan yang
buruk memerlukan input tenaga kerja meningkat untuk mempertahankan hasil output
minimal di tingkat laba jatuh. Seperti kenaikan harga sewa, keuntungan jatuh.
Pada dasarnya, biaya sewa melahap keuntungan dengan meningkatnya populasi.
Sejak keuntungan mengakibatkan pertumbuhan investasi ulang dan dengan demikian
biaya sewa meningkat secara tidak langsung mencegah kemajuan ekonomi.
2.2.4.
Konsep Thomas Robert Malthus
Pokok tesis
konsep Malthus adalah pemikiran bahwa pertumbuhan penduduk cenderung melampui
pertumbuhan persediaan makanan. Dia punya esai yang orisinal, Malthus
menyuguhkan idenya dalam bentuk yang cukup kaku. Dia bilang, penduduk cenderung
tumbuh secara "deret ukur" (misalnya, dalam lambang 1, 2, 4, 8, 16
dan seterusnya) sedangkan persediaan makanan cenderung bertumbuh secara
"deret hitung" (misalnya, dalam deret 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan
seterusnya). Dalam terbitan belakangan Malthus menekankan lagi tesisnya tetapi
tidak sekaku semula dengan hanya berkata bahwa penduduk cenderung bertumbuh
secara tak terbatas hingga mencapai batas persediaan makanan. Dari kedua bentuk
uraian tesis itu Malthus berkesimpulan bahwa kuantitas manusia akan kejeblos ke
dalam kemiskinan dan kelaparan. Dalam jangka panjang tak ada kemajuan teknologi
yang dapat mengalihkan keadaan itu karena kenaikan suplai makanan terbatas
sedangkan "pertumbuhan penduduk tak terbatas dan bumi tak mampu
memprodusir makanan buat menjaga eksistensi manusia." Perang, wabah
penyakit atau lain-lain malapetaka sering mampu mengurangi penduduk. Tetapi,
penderitaan macam ini hanya menyuguhkan keredaan sementara sedangkan ancaman
kebanyakan penduduk masih tetap mengambang di atas kepala dengan ongkos yang
tidak menyenangkan. Malthus berusul cara lebih baik mencegah kebanyakan
penduduk adalah "pengendalian moral." Tampaknya, yang dia maksud
dengan istilah itu suatu gabungan dari kawin lambat, menjauhi hubungan seks
sebelum nikah, menahan diri secara sukarela frekuensi sanggama. Tetapi, Malthus
cukup realistis dan sadar bahwa umumnya orang tidak ambil peduli dengan
pengendalian-pengendalian macam begitu. Dia selanjutnya berkesimpulan bahwa
cara yang lebih praktis adalah tetap berpegang pada apa adanya: kebanyakan
penduduk sesuatu yang tak bisa dihindari lagi dan kemiskinan merupakan nasib
yang daripadanya orang tidak mungkin bisa lolos. Sungguh suatu kesimpulan yang
pesimistis! Kendati Malthus tak pernah menganjurkan adanya pengendalian
penduduk lewat alat kontrasepsi, usul macam itu merupakan konsekuensi yang
lumrah dari ide pokoknya. Orang pertama yang secara terbuka menganjurkan
penggunaan alat kontrasepsi secara luas untuk mencegah kebanyakan penduduk adalah
seorang pembaharu Inggris yang berpengaruh, Francis Place (1771-1854). Place
yang membaca esai Malthus dan terpengaruh olehnya menulis buku tahun 1822 yang
isinya menganjurkan kontrasepsi. Dia juga membagi-bagi penjelasan tentang
pembatasan kelahiran diantara para kelas pekerja. Di Amerika Serikat, Dr.
Charles Knowlton menerbitkan buku tentang kontrasepsi tahun 1832. "Lembaga
Malthus" pertama dibentuk tahun 1860 dan anjuran keluarga berencana dengan
demikian semakin bertambah penganutnya. Karena Malthus tidak menyetujui
penggunaan alat kontrasepsi, anjuran pembatasan kenaikan jumlah penduduk
menggunakan alat kontrasepsi biasanya disebut "neo-Malthusian."
Doktrin Malthus juga berakibat penting terhadap teori ekonomi. Para ahli
ekonomi yang terpengaruh berkesimpulan bahwa, dalam keadaan normal kebanyakan
penduduk dapat mencegah kenaikan upah melampaui batas yang layak. Ekonom
Inggris yang masyhur David Ricardo sahabat akrab Malthus berkata; "Upah
yang layak bagi buruh adalah upah yang diperlukan untuk memungkinkan para buruh
dapat hidup dan bertahan dari pergulatan, tanpa bertambah atau berkurang."
Teori ini lazim disebut "hukum baja upah," disetujui oleh Karl Marx,
dan menjadi unsur penting dalam teorinya tentang "nilai lebih." Pandangan
Malthus juga mempengaruhi bidang ilmu biologi. Charles Darwin mengatakan bahwa
dia sudah baca Essay on the Principle of Population Malthus, dan ini
menyuguhkan mata rantai penting dalam teori evolusi melalui seleksi alamiah.
Dalam tahun-tahun terakhir hayatnya Malthus peroleh pelbagai penghargaan. Dia
tutup mata tahun 1834 umur enam puluh tujuh dekat kota Bath, Inggris. Dua dari
tiga anaknya mati belakangan tetapi tak bercucu. Malthus dikebumikan di Bath
Abbey di Inggris. Thomas Malthus bukanlah orang pertama yang minta perhatian
adanya kemungkinan suatu pemerintahan kota yang tenang tiba-tiba berantakan
karena kebanyakan penduduk. Pikiran macam ini dulu pernah pula diketemukan oleh
pelbagai filosof. Malthus sendiri menunjuk Plato dan Aristoteles sudah
mendiskusikan perkara ini. Memang, dia mengutip Aristoteles yang menulis antara
lain: dalam rata-rata negeri, jika tiap penduduk dibiarkan bebas punya anak
semau-maunya, ujung-ujungnya dia akan dilanda kemiskinan." Tetapi, jika
gagasan dasar Malthus tidak sepenuhnya orisini, janganlah orang mengecilkan
arti pentingnya. Plato dan Aristoteles hanya menyebut ide itu sepintas lalu,
dan sentuhan permasalahannya umumnya sudah dilupakan orang. Adalah Malthus yang
mengembangkan ide itu dan menulis secara intensif pokok persoalannya. Dan yang
lebih penting, Malthus merupakan orang pertama yang menekankan kengerian
masalah kebanyakan penduduk dan mengedepankan masalah ini agar menjadi pusat
perhatian kaum intelektual dunia.
2.2.5.
Konsep John
Stuart Mill
Principles of
Political Economy pada tahun 1848 berupaya untuk memahami masalah ekonomi
sebagai suatu masalah sosial. Masalah tentang bagaimana manusia hidup dan ikut
ambil bagian dalam kemakmuran bangsanya, baik dalam proses produksi,
perlindungan terhadap produk dalam negeri dan perpesaing antar produk, maupun
masalah distribusi melalui instrument uang dan kredit (mikhael dua,2008).Dalam
hal pemikirannya mengenai ekonomi, Mill dipengaruhi oleh Thomas Robert Malthus,
dimana pertumbuhan ekonomi selalu diliputi dengan tekanan jumlah penduduk dengan
sumber yang tetap.Universalime etis merupakan konsep utilitariannya yang lebih
mengedepankan kepada kebahagiaan orang lain, dimana disanalah moralitas
utilitarian dibangun oleh Mill. Prinsip tersebut memang cukup relevan dalam hal
aktifitas ekonomi, disamping Mill menerima pasar bebas Adam Smith, namun usaha
untuk memperhatikan kebahagiaan orang lain dalam hal persaingan ekonomi pasar,
menjadi agenda Mill. Kondisi pasar bebas yang cenderung bersikap egoisme
sentris, berusaha ditekan Mill dengan pemberlakuan nilai moralitas bersama,
dimana prinsip kebahagiaan harus dirasakan oleh setiap pemain pasar, pelaku
usaha, produsen, distribusi, hingga tataran konsumen. Pasar bebas memang
cenderung melahirkan kondisi menang-kalah, namun diantara dua belah pihak diharapkan
harus tetap mampu menjalin hubungan yang kelak melahirkan kebahagiaan bersama,
yang merupakan konsekuensi atas universalisme etis ala John Stuart Mill.
2.2.6.
Konsep
Nassau William Senior
Dalam Sebuah Garis Besar Ilmu
Ekonomi Politik (1836), dia memperkenalkan pandangan-kemudian diserang oleh
kaum Marxis-bahwa tabungan dan akumulasi modal harus dipertimbangkan bagian
dari biaya produksi. Dia juga bekerja pada konsep sewa, maju teori pantang
keuntungan (yang menggambarkan sebuah hadiah untuk berpantang dari belanja
modal seseorang akumulasi), dan memimpin pemberontakan di kalangan para ekonom
klasik melawan teori Malthus penduduk. Dalam dua kuliah pada populasi (1829),
yang beberapa kritik pertama Thomas Malthus, Senior berpendapat bahwa kombinasi
dari meningkatnya standar hidup dan pertumbuhan penduduk yang ditawarkan bukti
yang kuat terhadap teori Malthus pesimis. Dia juga memberikan kontribusi untuk
teori tentang distribusi logam mulia dan menunjukkan hubungan antara tingkat
produktivitas dan harga. Aktif terlibat dalam pengaturan kebijakan ekonomi,
Senior menjabat sebagai penasihat Partai Whig dan menulis Hukum Buruh Baru 1834.
2.2.7.
Konsep
Friedrich Von Herman
karyanya The Isolated State (1826),
mengembangkan perlakukan serius yang pertama terhadap ekonomi spasial, yang
menghubungkan hal tersebut dengan teori sewa tanah. Von Thünen mengembangkan teori dasar konsep marginal produktivitas secara
matematis, dan menyusun rumus
R = Y(p − c)
− YFm,
dimana R=sewa tanah; Y=hasil per unit tanah; c=pengeluaran produksi per
unit komoditas; p=harga pasar per unit komoditas; F=harga pengangkutan; m=jarak
ke pasar.Model Von Thünen dari lahan pertanian diciptakan sebelum
industrialisasi, dengan penyederhanaan asumsi:
·
Kota terletak terpusat di dalam
keadaan terisolir
·
Keadaan
terisolir dikelilingi oleh alam liar.
·
Lahan benar-benar datar dan tidak
memiliki sungai atau pegunungan.
·
Kualitas tanah
dan iklim yang konsisten.
·
Petani di
keadaan terisolir mengangkut barang mereka sendiri ke pasar melalui gerobak
melewati tanah langsung ke pusat kota. Tidak ada jalan.
·
Petani bersikap
rasional untuk memaksimalkan keuntungan.
2.2.8.
Johan Heinrich Von Thunen
Dalam teorinya tentang "Negara Terisolasi", ia mulai keluar dari
ide Adam Smith tentang "manusia ekonomi": bahwa petani diharapkan
untuk memaksimalkan profit nya ("rente ekonomi") dari lahan pertanian
nya. Von Thünen, sebagai seorang tuan tanah, tahu bahwa pengembalian tersebut
tergantung pada penggunaan optimal dari permukaan tanah dan biaya transportasi.
Dalam berkonsentrasi pada pengaruh kedua variabel terhadap keuntungan,
penghapusan faktor lain menghasilkan homogen - dan terisolasi - state: Sebuah
pesawat, melingkar sepenuhnya undilating dengan pasar tunggal yang dominan di
tengah dan tidak ada interaksi dengan dunia luar. Perekonomian di daerah
pedesaan sekitarnya akan harus menyusun ulang dirinya sesuai dengan perilaku
ekonomi sedemikian rupa sehingga masing-masing industri membawa keuntungan
optimal dalam: Biaya transportasi tergantung pada jarak dari pasar dan jenis produk
yang berbeda. Keuntungan dari pertanian per satuan luas (sewa locational)
menurun dengan jarak meningkat dari pasar. Harga minimum komoditas dihitung
dengan sewa locational, biaya transportasi dan biaya produksi tetap - profit
ini kemudian perbedaan antara biaya dan harga pasar tetap. Ideal pola zona
pemanfaatan lahan pertanian dalam model von Thünen ini .Sewa locational,
istilah yang digunakan oleh von Thünen dalam argumennya, harus dipahami sebagai
setara dengan nilai tanah. Ini sesuai dengan jumlah maksimum petani bisa
membayar untuk menggunakan tanah, tanpa membuat kerugian. Hal ini dapat
didefinisikan sebagai persamaan di bawah ini:
L = Y (P - C) - Y D F adalah
...
* L: sewa Locational (di DM / km ^ 2)
* Y: Yield (di t / km ^ 2)
* P: Harga pasar tanaman (di DM / t)
* C: Biaya produksi tanaman (di DM / t)
* D: Jarak dari pasar (dalam km)
* F: biaya transportasi (di DM / t / km).
Ambil sewa locational suatu produk dengan hasil 1.000 ton / km ^ 2,
misalnya, dengan harga tetap dari 100 DM / t di pasar. Produksi dan biaya
transportasi yang masing-masing, 50 DM / t dan 1 GB / t / km. Sewa locational
adalah 50.000 DM/km2 di pasar, 40.000 DM/km2 10 km dari pasar dan hanya 20.000
DM/km2 30 km dari pasar. Karena sewa locational jatuh dengan jarak meningkat
dari pasar, jumlah masing-masing petani bersedia membayar untuk lahan pertanian
akan menyusut dan harga tanah akhirnya akan menurun.
Komentar
Posting Komentar