A. Deskripsi
APBN
1.
Pengertian
Menurut
UU No. 17 Tahun 2003, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN adalah
rencana keuangan tahunan pemerintah negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR). Pengertian APBN itu sendiri adalah suatu daftar/penjelasan secara rinci mengenai penerimaan dan
pengeluaran negara dalam jangka waktu tertentu yang umumnya 1 tahun.
Pasal
23 Ayat (1) UUD 1945, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai
wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan undang –
undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar –
besarnya kemakmuran rakyat.
Pasal
23 Ayat (2) UUD 1945, Rancangan Undang – Undang Angaran Pendapatan dan Belanja
Negara diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama DPR dengan memperhatikan
pertimbangan DPD.
2. Tujuan
Tujuan APBN adalah
sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara yang dalam melaksanakan
kegiatan produksi dan kesempatan kerja untuk meningkatkan perekonomian.
3.
Fungsi Dalam APBN
a.
Fungsi Otorisasi
Anggaran negara menjadi dasar untuk
melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan, Dengan
demikian, pembelanjaan atau pendapatan dapat dipertanggungjawabkan kepada
rakyat.
b.
Fungsi Alokasi
Pemerintah harus membagikan
pendapatan yang telah diterima ke pos – pos belanja yang telah ditetapkan di
dalam APBN. Pengalokasian tersebut penting artinya bagi keberhasilan
pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.
c.
Fungsi Perencanaan
Dengan APBN, pemerintah dapat
merencanakan untuk menciptakan dan meningkatkan kemakmuran rakyat. Misalnya
pembangunan jalan untuk memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat atau negara
serta dapat merencanakan pembangunan infrastruktur lainnya dengan anggaran yang
ada.
d.
Fungsi Distribusi
Pendapatan negara tidak semuanya
akan dibelanjakan untuk membangun sarana dan prasarana umum. Sebagian akan
dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dana pensiun (transfer payment) dan
dapat juga berupa subsidi/bantuan.
e.
Fungsi Stabilisasi
Anggaran pemerintah akan menjadi
alat untuk memelihara dan selalu mengupayakan keseimbangan pokok perekonomian
f.
Fungsi Pengawasan
APBN menjadi pedoman untuk menilai
apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan telah sesuai denga ketentuan yang
ditetapkan. Dengan demikian penyusunan APBN memudahkan rakyat untuk menilai
tindakan pemerintah dalam menggunakan uang negara.
B.
Kebijakan Anggaran Negara
1.
Pengertian dan Tujuan Kebijakan
Anggaran
Kebijakan anggaran (kebijakan
fiskal) adalah kebijakan penyesuaian dibidang pengeluaran dan penerimaan negara
untuk memperbaiki keadaan ekonomi.
Tujuan kebijakan anggaran adalah
memperbaiki keadaan ekonomi, mengusahakan kesempatan kerja, dan menjaga
kestabilan harga-harga secara umum.
2.
Macam-macam kebijakan anggaran :
§ Pembiayaan
fungsional
Pembiayaan
pengeluaran pemerintah ditentukan sedemikian rupa sehingga tidak langsung
berpengaruh terhadap pendapatan nasional. Tujuan utama adalah meningkatkan
kesempatan kerja (employment). Penerimaan pemerintah dari sektor pajak bukan
untuk menigkatkan penerimaan pemerintah, namun untuk mengatur pengeluaran dari
pihak swasta.
Untuk
menekan inflasi, maka diatasi dengan kebijakan pinjaman. Jika sektor pajak dan
pinjaman tidak berhasil, maka tindakan pemerintah adalah mencetak uang. Jadi,
dalam hal ini, sektor pajak dengan pengeluaran pemerintah terpisah.
§
Pengelolaan anggaran
Penerimaan
dan pengeluaran dengan perpajakan dan pinjaman adalah paket yang tidak bisa
terpisahkan. Dalam penjelasan Alvin Hansen, untuk menciptakan anggaran yang
berimbang, maka diperlukan resep bahwa jika terjadi depresi, maka ditempuh
anggaran defisit, dan jika terjadi inflasi maka ditempuh anggaran belanja
surplus.
§
Stabilisasi anggaran otomatis
Dalam
stabilisasi anggaran ini, diharapkan terjadi keseimbangan antara pengeluaran
dan penerimaan pemerintah tanpa adanya campur tangan langsung pemerintah yang
disengaja. Dalam hal ini, pengeluaran pemerintah ditekan pada asas manfaat dan
biaya relatif dari setiap paket program. Pajak ditetapkan sedemikian rupa
sehingga terdapat anggaran belanja surplus dalam kesempatan kerja penuh.
§
Anggaran belanja seimbang
Kebijakan
anggaran belanja yang dianut masing-masing negara dapat berbeda-beda,
tergantung pada keadaan dan arah yang akan dicapai dalam jangka pendek dan
jangka panjangnya. Berikut beberapa cara yang dapat ditempuh negara dalam
mencapai manfaat tertinggi dalam mengelola anggaran.
Ø Anggaran
berimbang : pengeluaran (belanja) dengan penerimaan sama. Keadaan seperti ini
dapat menstabilkan ekonomi dan anggaran. Dalam hal ini, pengeluaran disesuaikan
dengan kemampuan.
Ø Anggaran
surplus : tidak semua penerimaan negara dibelanjakan. Sehingga memungkinkan
adanya tabungan pemerintah. Anggaran ini tepat diterapkan saat keadaan ekonomi
mengalami inflasi.
Ø Anggaran
defisit : anggaran disusun sedemikian rupa sehingga pengeluaran lebih besar
daripada penerimaan. Anggaran ini dapat mengakibatkan inflasi karena untuk
menutup inflasi, pemerintah harus meminjam atau mencetak uang.
Ø Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sering disebut budget. Budget pada
hakikatnya adalah rencana kerja pemerintah yang akan dilakukan dalam satu tahun
yang dituangkan dalam angka – angka rupiah.
Tugas
– tugas pemerintah bukan hanya sebagai lembaga pelayanan untuk menjaga dan
melindungi masyarakat namun juga sebagai pengatur kegiatan ekonomi dan
perdagangan sehingga anggaran (budget) harus mampu memperkecil pengaruh gejolak
pasang surut ekonomi nasional.
C.
Proses Terjadinya Pengeluaran APBN
Untuk mengeluarkan APBN, terdapat 3
tahap yang harus dilakukan, yaitu:
§ Penyusunan
APBN
Menteri
Keuangan dan Badan Perencanaan Nasional atas nama Presiden mempunyai
tanggungjawab dalam mengkoordinasikan penyusunan APBN. Menteri Keuangan
bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan penyusunan konsep anggaran belanja
rutin. Sementara itu Bappenas dan Menteri Keuangan bertanggungjawab dalam
mengkoordinasikan penyusunan anggaran belanja pembangunan
§ Pelaksanaan
APBN
Setelah
APBN ditetapkan dengan Undang-Undang, pelaksanaan APBN dituangkan lebih lanjut
dengan Peraturan Presiden.
Berdasarkan perkembangan, di
tengah-tengah berjalannya tahun anggaran, APBN dapat mengalami
revisi/perubahan. Untuk melakukan revisi APBN, Pemerintah harus mengajukan RUU
Perubahan APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR.Perubahan APBN dilakukan
paling lambat akhir Maret, setelah pembahasan dengan Badan anggaran DPR.
Dalam keadaan darurat (misalnya
terjadi bencana alam), Pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum
tersedia anggarannya.
§ Pertanggungjawaban
Pelaksanaan APBN
Selambatnya
6 bulan setelah tahun anggaran berakhir, Presiden menyampaikan RUU tentang
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN kepada DPR berupa Laporan keuangan yang
telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
D.
Macam & Ciri Dari Utang Negara
Beberapa macam dari utang Negara :
·
Reproductive
Debt dijamin seluruhnya oleh kekayaan Negara dan sama besarnya.
·
Dead
Wight Debt Utang tanpa jaminan kekayaan.
·
Pinjaman
sukarela dan pinjaman paksa.
·
Pinjaman
dalam negeri dan pinjaman luar negeri.
·
Suku
bunga pinjaman.
Jenis-jenis Utang Negara
·
Pinjaman. Ada dua jenis
pinjaman, yaitu :
a)
Pinjaman Luar Negeri
Dapat berasal dari World
Bank, Asian Development Bank, Islamic Development Bank dan kreditor bilateral
(Jepang, Jerman, Perancis dll), serta Kredit Ekspor. Pinjaman luar negeri ini
terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu :
o
Pinjaman Program:
Untuk budget support dan pencairannya dikaitkan
dengan pemenuhan Policy Matrix di bidang kegiatan untuk mencapai MDGs
(pengentasan kemiskinan, pendidikan, pemberantasan korupsi), pemberdayaan
masyarakat, policy terkait dengan climate change dan infrastruktur. change dan
infrastruktur.
o
Pinjaman Proyek :
Untuk pembiayaan proyek infrastruktur di
berbagai sektor (perhubungan, energi, dll); proyek-proyek dalam rangka
pengentasan kemiskinan (PNPM).
b)
Pinjaman Dalam Negeri
o
Peraturan Pemerintah
(PP) No.: 54 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pengadaan dan Penerusan Pinjaman
Dalam Negeri oleh Pemerintah ;
o
Berasal dari Badan Usaha
Milik Negara (BUMN); Pemerintah Daerah,dan Perusahaan Daerah;
o
Untuk membiayai kegiatan
dalam rangka pemberdayaan industri dalam negeri dan pembangunan infrastruktur
untuk pelayanan umum; kegiatan investasi yang menghasilkan penerimaan.
Reproductive debt adalah utang yang dijamin
seluruhnya dengan kekayaan negara berutang atas dasar nilai yang sama besarnya.
Sedangkan dead weight debt adalah utnag yang tanpa disetai dengan jaminan
kekayaan
b. Pinjaman sukarela
dan pinjaman paksa
c. Pinjaman
dalam dan pinjaman luar negeri
d. Suku bungan
pinjaman
E. Sumber-Sumber Pinjaman Negara
pada dasarnya sumber pinjaman
negara itu dapat dikelompokkan menjadi 3 sumber:
1)
Individu
dalam masyarakat,
Pemberian
pinjaman oleh para individu dengan cara mereka membeli obligasi negara. mi
dapat mempengaruhi pola konsumsi dan pola tabungan para individu yang
bersangkutan. Pada umumnya orang tidak akan mengurangi konsumsi sekedar untuk
membeli obligasi negara, tetapi mereka akan mengurangi tabungan mereka un tuk
niembeli obligasi. Sesungguhnya ada beberapa alternatif penggunaan dana
tabungan yaitu dana ini dapat dipakai untuk perluasan usaha, atau disimpan
dalam bentuk uang kas yang menganggur untuk keperluan spekulasi.
Alternatif-alternatif ini tidak dipilih karena obligasi memberikan hasil atau
pendapatan lebih tinggi dalam bentuk bunga daripada alternatif-alternatif lain
tersebut. Satu alternatif lain lagi ialah pembelian surat berharga bukan
obligasi negara. Pembelian obligasi negara akan menekan harga surat berharga
yang lain seperti surat-surat saham dan ini akan meningkatkan tingkat hunga
sehingga menekan keinginan mengadakan investasi dan menghambat ekspansi
perusahaan.
2)
Sektor
perusahaan
Pemerintah dapat
pula menjual surat obligasi negara kepada perusahaan asuransi dan sebagainya
yang bukan bank. Pembelian obligasi oleh perusahaan jenis ini dilakukan dengan
menggunakan dana yang mengganggur yang seharusnya dapat pula dipakai untuk
membeli surat-surat saham dan lain sebagainya. Sebagai akibat dan pembelian
obligasi itu, maka kemungkinan perluasan usaha perusahaan-perusahaan yang ingin
menjual saham jadi terhambat karena kekurangan dana. Hal mi hanya dapat terjadi
bila obligasi negara itu benar-benar menarik dengan memberikan hasil yang
tinggi dibanding dengan tingkat deviden yang diperoleh sehagai hasil memegang
saham.
3)
Bank
Umum
Bank umum karena
kemampuannya memberikan kredit berbeda dengan lembaga keuangan lain maka mi
dapat menciptakan tenaga beli baru dengan mendasarkan pada deking (reserve)
yang di punyai. Bank Sentral memberikan pedoman bahwa untuk memburi kan kredit,
bank umum harus punya deking misalnya sctinggi 20% (reserve requirement 20%).
Dengan pembelian
obligasi negara berarti bank umum mempunyai tambahan deking sehingga dengan
reserve requirement setinggi 20%, maka dapat diciptakan uang giral sebanyak
lima kali lipat. Jadi cara ini tidak mempunyai sifat menurunkan pendapatan nasional.
4)
Bank
Sentral.
Pemerintah dapat
menjual obligasi kepada Bank Sentral. Tindakan ini juga menciptakan tenaga beli
seperti halnya bila pemerintah menjual obligasi kepada Bank umum. Bank Sentral
membuka rekening pemerintah dan seolah-olah pemerintah mempunyai simpanan di
Bank Sentral. Kalau kemudian pemerintah mengambil uang dan Bank dan melakukan
pembayaran kepada individu-individu dalam masyarakat dan bila para individu
menyimpan dana itu di Bank umum, maka ini akan merupakan deking bagi Bank umum
sehingga Bank umum dapat menciptakan kredit yang akhirnya berbentuk uang giral.
Jadi pinjaman pemerintah dan Bank Sentral tidak akan bersifat menekan tingkat
pendapatan nasional
Pinjaman Luar
Negeri sebagai Sumber Kapital
Di sebagian
besar negara-negara sedang berkembang, kemungkinan bagi akumulasi kapital
terbatas karena di samping rendahnya produktivitas juga karena tingginya
tingkat konsumsi baik untuk sektor swasta maupun sektor pemerintah yang
disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk dan adanya efek pamer inter Low
level equiibirum trap atau perangkap keseimbangan pendapatan yang rendah
diartikan pula sebagai tingkat pendapatan yang menjalin adanya keseimbangan
antara laju pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan pendapatan pada tingkat
yang rendah dan dalam kedudukan yang stabil.
Adapun jenis dan sumber pinjaman Luar Negeri adalah
sebagai berikut:
Jenisnya terdiri atas:
Jenisnya terdiri atas:
a. Bantuan proyek
Bantuan proyek adalah penerimaan dana bantuan luar negeri dalam bentuk barang dan atau jasa bagi keperluan proyek pembangunan yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Bantuan proyek adalah penerimaan dana bantuan luar negeri dalam bentuk barang dan atau jasa bagi keperluan proyek pembangunan yang telah ditentukan dalam perjanjian.
b. Bantuan program
Bantuan program adalah bantuan luar negeri berbentuk bahan pangan dan atau devisa (tunai) yang dirupiahkan. Prioritas penggunaannya untuk pembiayaan proyek pembangunan, namun penentuan proyeknya diserahkan kepada pemerintah RI. Bantuan program dapat pula berupa komoditi tertentu yang nilai lawan rupiahnya digunakan untuk menutup kekurangan pangan dan non pangan di dalam negeri.
Bantuan program adalah bantuan luar negeri berbentuk bahan pangan dan atau devisa (tunai) yang dirupiahkan. Prioritas penggunaannya untuk pembiayaan proyek pembangunan, namun penentuan proyeknya diserahkan kepada pemerintah RI. Bantuan program dapat pula berupa komoditi tertentu yang nilai lawan rupiahnya digunakan untuk menutup kekurangan pangan dan non pangan di dalam negeri.
Bersumber dari:
Ø Kreditor Multilateral, merupakan lembaga
keuangan internasional yang beranggotakan beberapa negara, yang memberikan
pinjaman kepada Pemerintah
Ø Kreditor Bilateral, merupakan pemerintah
negara asing atau lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah negara asing atau
lembaga yang bertindak untuk pemerintah negara asing yang memberikan pinjaman
kepada pemerintah
Ø Kreditor Swasta Asing, terdiri dari
lembaga keuangan asing, lembaga keuangan nasional, dan lembaga non keuangan
asing yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Indonesia
yang memberikan pinjaman kepada pemerintah berdasarkan perjanjian pinjaman tanpa
jaminan dari lembaga penjamin kredit ekspor
Ø Lembaga penjamin kredit ekspor,
merupakan lembaga yang ditunjuk negara asing untuk memberikan jaminan,
asuransi, pinjaman langsung, subsidi bunga, dan bantuan keuangan untuk
meningkatkan ekspor negara yang bersangkutan atau bagian terbesar dari dana
tersebut dipergunakan untuk membeli barang atau jasa dari negara bersangkutan
yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Indonesia.
Sedangkan jika dilihat dari penggunaannya pinjaman luar
negeri ada yang berbentuk :
Selain jenis bantuan seperti yang disebutkan di atas, ada
jenis pinjaman luar negeri lainnya antara lain :
a. Pinjaman
komersial dan fasilitas kredit ekspor
Pinjaman komersial adalah pinjaman yang diperoleh dari bank-bank/lembaga-lembaga
keuangan internasional dalam bentuk devisa tunai, dengan persyaratan komersial
sesuai kondisi pasar uang internasional untuk berbagai keperluan baik untuk
pembiayaan proyek maupun untuk menyangga neraca pembayaran, termasuk ke dalam
jenis pinjaman ini adalah obligasi dan leasing.
b. Fasilitas kredit
ekspor
Fasilitaskredit ekspor adalah pinjaman yang diterima
Indonesia yang berasl dari suatu bank atau lembaga keuangan bukan bank suatu
negara guna membayar barang-barang yang diperlukan Indonesia yang merupakan
produk dari negara pemberi pinjaman.
F.
Beban Hutang Negara
Mengenai beban dari utang negara ini pembicaraan hanya
akan dihubungkan terhadap hutang-hutang dari dalam negeri dan hutang-hutang
dari luar negeri (internal debt dan eksternal debt). Dalam ha-hal tertetentu
pembiayaan pembangunan melalui hutang negara itu lebih baik daripada melalui
penarikan pajak atau percetakan utang. Dengan penarikan pajak berarti
pendapatan individu/masyarakat yang siap dibelanjakan menjadi berkurang sebesar
mpc kali besarnya pajak. Ini berarti pula akan memperkecil permintaan agregat
(agregate demand) dan selanjutnya akan mengekang laju pertumbuhan pendapatan
sebagai akibat adanya tambahan pengeluaran pemerintah itu. Di lain pihak jika pengeluran pemerintah itu
dibiayai dengan pinjaman negara baik dari dalam atau dari luar negeri, laju
pertumbuhan ekonomi tidak akan terkekang kecuali jika pinjaman itu merupakan
pinjaman paksa atau jika pinjaman itu harus ditempuh dengan menekan konsumsi
dan atau investasi. Hal terakhir yang dapat terjadi apabila pinjaman negara itu
benar-benar menarik artinya memberikan imbalan atau bunga yang cukup tinggi.
Dengan menurunya konsumsi dan atau investasi akan mengurangi tingkat pendapatan
nasional.
Alternatif
lain untuk membiayai pengeluaran negara dapat ditempuh dengan percetakan utang.
Memang pengaruhnya terhadap peningkatan pendapatan nasional adalah besar dan
tidak bersifat mengekang pertumbuhan pendapatan. Sayangnya kalau pemerintah
sudah mulai terlibat dengan pencetakan uang, maka sulit untuk meninggalkan cara
ini. Kalau dibandingkan dengan dengan pinjaman negara, cara ini tidak bersifat
menekan pendapatan sedangkan pinjaman negara dapat menekan pendapatan bila ini
mengurangi konsumsi atau investasi. Lebih-lebih kalau percetakan uang itu
dibandingkan lewat pajak, maka percetakan uang
jauh lebih ringan akibatnya karena pengenaan pajak pasti menekan
konsumsi dan atau investasi sehingga pendapatan nasional akan terkekang pula. Hasil
akhir daripada kebijaksanaan ini tergantung pada kekuatan pengganaan antara
pengeluaran pemerintah (multiplier
effect) dan pemungutan pajak.
ü Hutang Luar Negeri
Beban
langsung dari hutang atau pinjaman luar negeri sudah merupakan hal yang jelas.
Selama jangka waktu tertentu, beban uang lansung dapat diukur dengan suatu
jumlah pembayaran tertentu dalam bentuk uang baik dalam hal pembayaran bunga
maupun cicilan hutang terhadap negara kreditur. Sedangkan beban riil langsung
yang diderita negara peminjam berupa kerugian dalam bentuk kesejateraan ekonomi
yang hilang karena adanya pembayaran-pembayaran dalam bentuk uang tadi. Untuk
lebih jelasnya hilangnya kesejahteraan ekonomi ini dapat diukur dengan besarnya
daya guna (utility) yang hilang dari negara tersebut sebagai akibat dari
berbagai pembayaran.
Oleh
karenanya meskipun beban uang langsung itu tetap besarnya, beban riil langsung
akan berbeda-beda sesuai dengan proporsi sumbangan anggota masyarakat terhadap
pembayaran hutang tersebut. Jika pembayaran itu dipikul terutama oleh golongan
kaya, beban langsung riil akan lebih ringan daripada kalau pembayaran itu
dipikul oleh golongan-golongan yang kurang kaya atau golongan miskin.
Seringkali negara-negara kreditur itu mempergunakan hasil pembayaran bunga dan
pihutang itu untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa (menghimpor) dari
negara-negara debitur itu sendiri, sehingga akan mengakibatkan ekspor negara
debitur itu meningkat. Ini lebih menguntungkan negara debitur dapat menjual
barang atau jasa ke negara kreditur.
Beban
tidak langsung dari suatu pinjaman luar negeri apakah itu timbul dalam bentuk
uang ataupun dalam bentuk riil timbul karena adanya pengaruh-pengaruh yang
terjadi dalam bidang produksi dan konsumsi melalui pemungutan pajak yang
diperlukan untuk melakukan pembayaran-pembayaran bunga dan cicilan hutang serta
melalui kegiatan-kegiatan pengeluaran negara untuk meningkatkan produksi dengan
dana hasil pinjaman tersebut.
ü Hutang Dalam Negeri
Masalah
hutang dalam negeri ini tidak menyangkut hubungan atara masyarakat debitur
disuatu negara dengan kreditur-kreditur di negara-negara lain. Melainkan hanya
antara debitur dan kreditur di dalam suatu negara yang sama. Sehingga apa yang
terjadi dalam hubungannya dengan pinjaman dalam negeri ini hanya berupa
pemindahan dana atau kekayaan dalam masyarakat suatu negara. Ini berarti bahwa
secara makro tidak akan ada suatu beban langsung dalam bentuk uang yang timbul
dari adanya pinjaman dalam negeri itu.
Walapun
demikian jenis ini pinjaman ini masih memberikan keuntungan maupun beban riil
pula terhadap masyarakat. Beban riil tergantung pada bagaimana cara pemindahan
kekayaan atau dana itu kepada para kreditur dari pembayar pajak. Jelasnya hal
itu tergantung pada apakah pembayaran-pembayaran tersebut cenderung memperbesar
atau mengurangi tidak meratanya distribusi pendapatan. Hal ini akan tergantung
pula kepada bagaimana cara distribusi beban pajaknya serta bagaimana distribusi
beban pajaknya serta bagaiman distribusi dari pemilikan surat surat obligasi
negara itu.
Secara
kasar dapat dikatakan bahwa akan ada beban riil langsung, jika proporsi pajak
yang dibayar oleh golongan kaya untuk pembayaran hutang negara beserta bunganya
lebih kecil daripada proporsi jumlah surat-surat obligasi yang ada ditangan
mereka. Apabila keadaan sebaliknya yang terjadi yaitu jika proporsi pajak yang dibayar oleh kelompok kaya lebih besar
daripada proporsi jumlah surat obligasi yang ada di tangan mereka maka ada
suatu manfaat riil langsung yang diterima oleh masyarakat, karena hal ini akan
menambah kekayaan kelompok miskin dan mengurangi kekayaan kelompok kaya
sehingga distribusi pendapatan menjadi lebih merata.
Pada
umumnya pinjaman dalam negeri ini bila harga-harga stabil akan bersifat
memperbesar perbedaaan pendapatan, karena pada umumnya surat-surat obligasi
negara itu dibeli atau dimiliki oleh orang–orang kaya baik secara langsung
maupun tidak langsung. Sedangkan dilain pihak, walupun pajak itu bersifat
progresif tetapi tidak mungkin semua pembayaran hutang negara itu dibebankan
oleh pajak pada golongan kaya. Dalamm banyak hal, suatu pinjaman dalam negeri
seringkali merupakan pemindahan kekayaan dari orang orang yang kurang kaya
kepada orang-orang yang lebih kaya dan ini sebenarnya adalah suatu beban riil
walaupun pada saat terjadinya pinjaman memang konsumsi dan investasi kelompok
kaya terkekang.
Pinjaman dalam negeri juga menimbulan
beban-beban tidak langsung kepada masyarakat melalui perpajakan yang
selaanjutnya mempengaruhi produksi dan konsumsi masyarakat lewat kemampuan dan
kemauan untuk bekerja, menabung dan berinvestasi.
G.
Masalah Pengelolaan Hutang Negara
Seperti telah diketahui bahwa kebijakan fiskal
adalah suatu kebijakan yang penting guna meningkatkan pendapatan nasional dalam
perekonomian, mengatur redistribusi pendapatan dan kekayaan serta
mempertahankan kesempatan kerja penuh. Singkatnya kebijakan fiskal adalah
kebijakan yang penting untuk mencapai kestabilan ekonomi. Apabila kita
berbicara mengenai kebijakan fiskal pemerintahan maka kita biasanya berhubungan
dengan masalah penerimaan negara, pengeluaraan negara, peminjaman negara
beserta pengelolaannya. Apabila suatu negara memerlukan capital dari luar
negeri dan kemudian dapat memperolehnya melalui pinjaman-pinjaman luar negeri,
maka masalahnya tidak berhenti disini, tetapi harus difikirkan lebih lanjut
bagaimana mengelola pinjaman yang telah diterima itu.
Kemampuan
Membayar Pinjaman
Kemampuan negara
mengendalikan pinjaman negara secara teknis sudah dilakukan, tetapi ketika
pencapaian tujuan pembangunan akan sia-sia kecuali jika negara itu secara
financial kuat yaitu dengan pendapatan nasionalnya mampu memikul beban berupa
pembayaran bunga pinjaman dan cicilan hutang (dept service), karena pinjaman luar negeri itu selalu disertai
dengan kebutuhan devisa untuk melakukan pembayaran. Pembayaran kembali pinjaman
beserta bunganya merupakan pengeluaran devisa utama bagi banyak negara-negara
sedang berkembang.
Beban pinjaman
luar negeri ini dapat diukur dengan melihat proporsi dari penerimaan devisa
pada “current account” dalam Neraca
Pembayaran Internasional yang berasal dari ekspor barang-barang dan jasa-jasa
yang diserap oleh seluruh “dept service” yang
berupa bunga dan cicilan hutang. Jika rasio penerimaan ekspor dan “dept service” menjadi semakin kecil
maka berarti bahwa beban dari pinjaman luar negeri itu menjadi semakin berat
dan serius.
Sebenarnya ada
dua indikator utama mengenai pinjaman. Apabila kita mengukur kapasitas suatu
negara guna melakukan pembayaran dalam valuta asing, alat pengukur yang dipakai
adalah apa yang disebut “dept-service
ratio” yaitu jumlah pembayaran bunga dan cicilan pokok pinjaman jangka
panjang dibagi dengan ekspor barang-barang dan jasa. Namun makna dari indikator
ini tidak mudah dimengerti, sebab ada negara yang mempunyai sedikit kesulitan
dengan ratio setinggi 40% atau lebih, tetapi ada juga negara yang justru
mengalami kesulitan yang cukup berat walaupun dept-service rationya hanya
kurang dari 10%. Paradox ini dapat dijelaskan dengan melihat kemudahan suatu
negara debitur mendapatkan pinjaman dari negara kreditur. Selama ada keyakinan
dari para investor mengenai perkembangan ekonomi disuatu negara, pembayran
kembali pokok pinjaman akan mudah sekali teratasi. Dalam keadaan “interest-service ratio” yaitu
pembayaran bunga dibagi dengan ekspor barang dan jasa dapat merupakan indikator
yang lebih baik mengenai kemampuan suatu negara melakukan pembayaran ke luar
negeri karena ini mengabaikan akibat-akibat yang timbul dari adanya pembayaran
kembali.
Apabila ingin
mengukur kemampuan suatu negara dalam menciptakan sumber-sumber rill untuk
membiayai impor dan “dept service”, perbandingan antara pembayaran
bunga dengan GNP sering dipakai untuk menggambarkan beban pinjaman (“dept service”) atas kapasitas produksi
suatu perekonomian.
Oleh karena itu
hal yang penting untuk diingat ialah bahwa peranan dari pinjaman luar negeri
itu adalah sebagai pelengkap dari dana yang berasal dari dalam negeri guna
mempercepat proses pembangunan ekonomi. Sekarang masalahnya bagaimana kita
dapat meminimumkan beban pinjaman tersebut, sehingga pinjaman yang ditarik itu
benar-benar dimanfaatkan untuk menggiatkan dan mendorong pembangunan ekonomi di
negara-negara sedang berkembang.
H. Utang Luar Negeri sebagai sumber pembiayaan pembangunan
Nasional
Indonesia merupakan salah satu negara dunia ketiga.
Sebelum terjadinya krisis moneter di kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi
Indonesia sejak akhir tahun 1970-an selalu positif serta tingkat pendapatan per
kapita yang relatif rendah, menyebabkan target pertumbuhan yang relatif tinggi
tersebut tidak cukup dibiayai dengan modal sendiri, tetapi harus ditunjang
dengan menggunakan modal asing.
Sayangnya tingkat ekonomi yang cukup tinggi dalam
beberapa tahun tersebut tidak disertai dengan penurunan jumlah utang luar
negeri. Pemerintah yang pada awalnya terus menambah utang luar negeri agar
dapat digunakan untuk membiayai pembangunan ekonomi tersebut, tanpa disertai
kemampuan peningkatan untuk memobilisasi modal di dalam negeri. Hal ini menandakan
adanya korelasi yang positif antara keberhasilan pembangunan ekonomi dan jumlah
utang luar negeri pemerintah.
Sejalan dengan semakin meningkatnya kontribusi swasta
domestik dalam pembangunan ekonomi nasional maka peran pemerintah pun semakin
berkurang. Fenomena tersebut akhirnya menyebabkan struktur utang luar negeri
mengalami banyak perubahan.
Pada awalnya
ULN indonesia lebih banyak dilakukan oleh pemerintah. Pinjaman tersebut
diterima dalam bentuk hibah. Karena semakin pesatnya pembangunan dan terbatasnya
kemampuan pemerintah maka pinjaman oleh luar negeri dibatasi.
Tidak semua negara yang digolongkan dalam kelompok
negara dunia ketiga, atau negara yang sedang berkembang, merupakan negara
miskin, dalam arti tidak memiliki sumberdaya ekonomi. Banyak negara dunia
ketiga yang justru memiliki kelimpahan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia.
Masalahnya adalah kelimpahan sumberdaya alam tersebut masih bersifat potensial,
artinya belum diambil dan didayagunakan secara optimal.
Sedangkan
sumber daya manusianya yang besar, belum sepenuhnya dipersiapkan, dalam arti
pendidikan dan ketrampilannya, untuk mampu menjadi pelaku pembangunan yang
berkualitas dan berproduktivitas tinggi. Pada kondisi yang seperti itu, maka
sangatlah dibutuhkan adanya sumberdaya modal yang dapat digunakan sebagai
katalisator pembangunan, agar pembangunan ekonomi dapat berjalan dengan lebih
baik, lebih cepat, dan berkelanjutan. Dengan adanya sumberdaya modal, maka
semua potensi kelimpahan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia dimungkinkan
untuk lebih didayagunakan dan dikembangkan. Tetapi, pada banyak negara yang
sedang berkembang, ketidaktersediaan sumberdaya modal seringkali menjadi
kendala utama. Dalam beberapa hal.
Dampak utang
luar negeri terhadap pembangunan nasional
· Dampak Pinjaman luar Negeri
pinjaman luar negeri dalam jangka pendek dapat menutup
defisit APBN, dan ini jauh lebih baik dibandingkan jika defisit APBN, sehingga
memungkinkan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan dengan dukungan modal
yang relatif lebih besar, tanpa disertai efek peningkatan tingkat harga umum.
Dengan demikian pemerintah dapat melakukan ekspansi fiskal untuk mempertinggi
laju pertumbuhan ekonomi nasional. Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi
berarti meningkatnya pendapatan nasional, yang selanjutnya memungkinkan untuk
meningkatnya pendapatan per Kapita. Dalam jangka panjang, ternyata utang luar
negeri dapat menimbulkan permasalahan ekonomi pada banyak negara debitur. Di
samping beban ekonomi yang harus diterima rakyat pada saat pembayaran kembali,
juga beban psikologis politis yang harus diterima oleh negara debitur akibat
ketergantungannya dengan bantuan asing walaupun terdapat peningkatan pendapatan
perkapita maupun laju pertumbuhan tinggi, bukan berarti bahwa Negara tersebut
sudah maju tetapi dihitung juga dari banyaknya hutang yang dimiliki Negara
tersebut.
Sisi
efektifitas, secara internal, utang luar negeri menghambat tumbuhnya
kemandirian ekonomi negara. Serta pemicu terjadinya kontraksi belanjasosial,
merosotnya kesejahteraan rakyat, dan melebarnya kesenjangan. Secara eksternal,
utang luar negeri menjadi pemicu meningkatnyaketergantungan negara pada modal
asing, dan pada pembuatan utang luarnegeri secara berkesinambungan .Sisi
kelembagaan, lembaga-lembaga keuangan multilateral diyakini telahbekerja
sebagai kepanjangan tangan negara-negara Dunia pertamapemegang saham utama
mereka, untuk mengintervensi negara-negarapenerima pinjaman.
Sisi
ideologi, utang luar negeri diyakini telah dipakai oleh negara-negarapemberi
pinjaman, terutama Amerika, sebagai sarana untukmenyebarluaskan kapitalisme
neoliberal ke seluruh penjuru dunia.Sisi implikasi sosial dan politik, utang
luar negeri sebagai sarana yangsengaja dikembangkan oleh negara-negara pemberi
pinjaman untukmengintervensi negara-negara penerima pinjaman.

![]() |
|||
![]() |
|||

·
Solusi
terhadap Hutang Luar Negeri
a)
Meningkatkan
daya beli masyarakat, yakni melalui pemberdayaan ekonomi pedesaan dan pemberian
modal usaha kecil seluasnya.
b)
meningkatkan
pajak secara progresif terhadap barang mewah dan impor. Realitas yang ada saat
ini pemerintah mengambil pajak barang mewah
c)
Konsep
pembangunan yang berkesinambungan, berlanjut dan mengarah pada satu titik
maksimalisasi kekuatan ekonomi nasional, melepaskan secara bertahap
ketergantungan utang luar negeri.
d)
menggalakan
kebanggaan akan produksi dalam negeri, meningkatkan kemauan dan kemampuan
ekspor produk unggulan dan membina jiwa kewirausahaan masyarakat. Negeri
Indonesia ini sebenarnya kaya akan Sumber daya alam unggulan sehingga bila kita
manfaatkan secara maksimal maka akan memberikan devisa negara,
e) mengembangkan sumber daya manusia berkualitas dan
menempatkan kesejateraan yang berkeadilan dan merata
DAFTAR PUSTAKA


KABAR BAIK!!!
BalasHapusNama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.
Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.
Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
HapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
KABAR BAIK!!!
BalasHapusNama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.
Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.
Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.
Halo semuanya
BalasHapusIni adalah PINJAMAN SANDRA WALKER kami memberikan kredit / pinjaman kepada semua klien kami yang terhormat yang telah kehilangan harapan untuk mencapai kemandirian finansial bahkan dengan nilai kredit nol. Anda dapat menjadi dermawan yang baik ketika Anda melalui layanan keuangan yang akan kami berikan kepada Anda. Lupakan kedatangan keuangan singkat yang Anda hadapi dengan fokus kami pada kami dan kami menjamin Anda bahwa tidak ada yang bisa menandingi kehidupan kredit Anda ketika pinjaman Anda telah dicairkan dalam waktu sesingkat mungkin karena semua proses kami sangat fleksibel dan ramah. Silakan hubungi kami segera melalui.
email kami: [sandrawalkerloan1@gmail.com]